Teluk Wondama Tata Situs Religi Bukit Aitumeiri

Wasior – Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, akan segera menata situs pariwisata religi Bukit Aitumeiri.

Berbagai pihak sudah mendorong sejak lama penataan kawasan situs rohani Bukit Aitumeiri tersebut, namun sampai saat unu belum terealisasi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Teluk Wondama Frans Mosmafa di Wasior, Selasa, menyebutkan Pemda telah merancang desain untuk pengembangan Aitumieri.  Bahkan detail engineering design (DED) sudah tuntas pada tahun 2017.

“Selanjutnya kita mau bertemu dulu dengan Sinode GKI dan MRP. MRP bicara dari sisi kulturalnya karena Aitumeri itu milik orang Papua semua, “ ungkap Frans pada saat musyawarah 

Frans mengatakan dari perencanaan yang telah dibuat, pengembangan situs Aitumeiri nantinya terbagi dalam dua bagian. Pada bagian bawah yang meliputi situs batu peradaban serta bekas rumah tinggal juga sekolah yang dibangun Isack Semuel Kitjne dan bagian atas dengan objek utama batu inspirasi.

Dalam rangka itu, lanjut Frans, pihaknya dalam tahun ini juga akan menyelenggarakan seminar/dialog budaya yang membicarakan tentang Aitumeiri. Seminar tersebut diharapkan bisa memperkaya informasi juga pengetahuan terkait bagiamana sebaiknya pengembangan situs Aitumeiri.

“Karena bangun Aitumeiri tidak hanya soal fisik tapi ada hal-hal lain juga jadi nanti kita bicarakan dalam dialog kebudayaan itu,” ucap Frans.

 Untuk merealisasikan rencana pengembangan ini, ia menyatakan pihaknya juga akan berupaya mencari bantuan dana ke Bappenas dan Kementerian PUPR.

Sebelumnya Kepala Distrik Wasior Anthonius Alex Marani mendorong  penataan situs rohani Bukit Aitumeiri secepatnya dilakukan terutama agar barang-barang penting yang menjadi saksi sejarah di kawasan itu tidak rusak atau bahkan hilang karena tidak terurus. 

Situs religi Bukit Aitumeiri yang berlokasi di Kampung Miei, Wasior merupakan salah satu peninggalan penting dalam sejarah peradaban orang asli Papua. Di bukit ini orang Papua pertama kali mengenal tulis baca lewat pendidikan formal yang dibuka oleh misionaris asal Belanda Isack Semuel Kitjne. (Ant)