Papua Barat Pacu Komoditi Lokal Unggulan Lewat Program TEKAT

Manokwari – Pemerintah Provinsi Papua Barat menyambut positif program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAT) yang akan diberlakukan kembali di 7 daerah untuk
meningkatkan produksi komoditi lokal unggulan dari sektor pertanian dan perkebunan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Provinsi Papua Barat Lince Idorway, di Manokwari, mengatakan dari 13 kabupaten/kota hanya 7 daerah yang mendapatkan sentuhan program TEKAT

“Dari 1.742 kampung di 13 kabupaten/kota hanya 7 daerah yang mendapat pendampingan program TEKAT karena program ini merupakan kelanjutan dari Program Pembangunan Desa Mandiri (PPDM),” ujarnya.

Tujuh daerah penerima program TEKAT di provinsi ini diantaranya, kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Maybrat, Raja Ampat, Kaimana dan kabupaten Fakfak.

“Program ini merupakan inisiasi Kemendes PDTT dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) yang difokuskan pada peningkatan ekonomi masyarakat kampung secara terpadu,” katanya.

Teknis pelaksanaan yaitu, tujuh daerah penerima program TEKAT ini akan lebih dprioritaskan pada peningkatan produksi komoditi lokal unggulan.

“Di tahun anggaran 2021 ini melalui program TEKAT setiap daerah penerima wajib meningkatkan produksi komoditi lokal unggulan dari sektor pertanian dan perkebunan,” tuturnya.

Dengan prioritas produk pertanian dan perkebunan lokal akan berdampak langsung terhadap pendapatan dan peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

Keberhasilan program TEKAT di setiap kampung sasaran di tujuh daerah harus pula ditunjang dengan perencanaan setiap petugas pendamping program.

“Program ini akan berhasil jika ditunjang dengan perencanaan dan pengelolaan anggaran yang baik. Ini tugas dan tanggungjawab para pendamping kecamatan dan kampung,” ujarnya.

DPMK Papua Barat telah merekrut dan memilih tenaga pendamping program TEKAT yang punya pengalaman kerja pada program serupa dan mampu berkomunikasi dengan masyarakat dalam musyawarah kampung untuk penyusunan program.

“Kepada para pendamping kabupaten, kecamatan dan kampung, kami harap bekerja maksimal dalam program ini sebagai sebuah kepercayaan. Pastikan perencanaan hingga pelaksanaan program selaras dengan laporan pertanggungjawaban,” ujar Lince. (Ant)